Apa Saja yang Harus Dipelajari Seorang Digital Marketing?

Artikel ini terakhir di perbaharui July 31, 2022 by Dwinandha Legawa
Apa Saja yang Harus Dipelajari Seorang Digital Marketing?

Semakin hari semakin banyak yang tertarik dengan dunia digital marketing. Yah yang namanya emerging industry, siapa sih yang tidak mau menjadi bagiannya? Semakin banyak orang yang tertarik, tentu juga akan membuat industri digital marketing menjadi jauh lebih bergairah. Dan tentu saja, bisa menjadi pemantik untuk terciptanya inovasi-inovasi baru.

Jika anda membaca artikel ini, mungkin anda penasaran bagaimana cara memulai menjadi seorang digital marketing. Di sini saya akan membagikan beberapa tips praktikal yang bisa anda terapkan dalam memulai karir anda.

Satu, anda harus paham SEO….

BULLSHIT!

Kalau logikanya seperti itu, sama saja seperti memberikan jawaban “Anda harus bisa menerbangkan pesawat Boeing 737” kepada orang yang bertanya “Apa yang harus dipelajari oleh seorang pilot”. Tentu tidak bukan? Karena menjadi pilot tidak berarti harus menguasai Boeing 737, dan Boeing 737 tidak merepresentasikan seluruh keahlian pilot.

Atau sama saja seperti memberikan jawaban “Anda harus mempelajari integral” kepada orang yang bertanya “Apa yang harus dipelajari oleh matematikawan”. Tentu tidak begitu logikanya.

Karena itu, saya tidak akan memberikan jawaban-jawaban serupa. Dan mungkin saja anda melihat bahwa artikel ini kontradiktif dengan yang lain. Tidak masalah,

1. Anda harus paham dulu arti “Marketing”

Jujur saya sudah capek melihat bagaimana digital marketing “dimanfaatkan” oleh oknum-oknum. Mereka menyebut bahwa digital marketing bisa dijadikan pelarian untuk “jualan tanpa skill ngomong”.

Mohon maaf, ini bullshit juga

Mana ada marketing tanpa “ngomong”? Marketing itu bahasa Inggris dari “Pemasaran”. Bagaimana anda bisa memasarkan sesuatu tanpa berbicara?

Tidak, saya tidak mengartikan “berbicara” secara mentah-mentah, Kalau anda berpikir bahwa “berbicara” itu wajib face to face dengan orang, maka saya sarankan anda kembali ke tahun 1700-an saja dan tidak perlu lanjut membaca artikel ini. Karena percuma.

Berbicara, maksudnya berkomunikasi baik secara langsung maupun tidak langsung

Kalau di marketing konvensional kita mengenal skill “public speaking”, maka di digital marketing kita mengenal skill “ngonten”. Di sinilah aspek berbicara itu ada.

Bayangkan ada orang yang mengaku digital marketing tapi tidak menguasai aspek konten sama sekali. Bakal ngapain dia? Melototin layar sambil berharap orang datang dengan sendirinya ke toko dia? Seems so impossible!

Ujung-ujungnya apa? Anda membuat konten yang tidak bisa dinikmati orang lain. Konten terlihat hambar dan membosankan, atau yang lebih parah lagi malah tidak tepat sasaran. Analoginya hampir sama dengan anda memaksa berjualan rumah kepada orang yang sedang mencari cara untuk membayar kuliah. Tidak relevan!

Faktanya banyak yang seperti itu, bukan?

Saya yakin anda sudah melihat banyak bukti di lapangan. Akun digital marketing yang membahas otomotif, akun asuransi yang membahas cara memperbaiki rumah, akun game yang membahas cara install ulang windows, atau akun finansial yang membahas tentang laptop keluaran terbaru. Sudah banyak sekali buktinya, bukti bahwa seorang digital marketer wajib paham konsep marketing. Jika tidak, maka fenomena itulah yang akan terjadi.

2. Belajar empati pada orang lain

Setelah paham arti “Marketing”, anda juga harus paham apa itu “empati”

Tidak semua bahasa bisa dikatakan atau ditulis begitu saja. Seorang sales sekalipun harus memperhatikan bahasa yang mereka gunakan ketika berbicara dengan calon customernya. Meskipun intensi atau maksudnya sama, bahasa akan mempengaruhi bagaimana respon yang diberikan seseorang kepada anda. Begitu juga dengan digital marketing.

Empati tidak hanya sekadar membahas pemilihan bahasa agresif atau bersahabat

Tentu saja tidak hanya terbatas pada pemilihan bahasa. Empati di dalam marketing juga membahas bagaimana anda memahami target market anda. Apakah bahasa yang anda gunakan senada dengan bahasa yang biasa digunakan oleh target market? Anda tidak mungkin menggunakan bahasa anak muda ketika target market anda adalah orang dari generasi yang lebih atas atau sebaliknya.

3. Pahami profil bisnis anda

Satu hal yang selalu dilupakan oleh digital marketer: Digital Marketing hanyalah bagian dari marketing, dan marketing hanyalah bagian dari bisnis.

Bagaimana pun expert-nya seorang digital marketing, apabila profil bisnisnya tidak bonafid maka akan sulit bertahan hidup. Ya, mungkin tetap bisa mendapatkan atensi masyarakat/massa dalam waktu singkat, tapi tidak untuk jangka panjang.

Memahami profil bisnis merupakan bagian yang paling penting sebelum melakukan digital marketing. Berikut beberapa aspek yang bisa digunakan untuk memulai:

  1. Bagaimana produk anda? Apakah menjawab kebutuhan pasar yang nyata? Atau hanya made up problems? Dan apakah bisa dengan mudah dimengerti oleh masyarakat?
  2. Bagaimana dengan harga? Apakah harganya kompetitif?
  3. Apa kelebihan dari produk anda? Apakah ada hal spesifik yang berbeda dari kompetitor?
  4. Bagaimana brand image anda? Apakah sudah dipercaya oleh masyarakat? Atau justru image-nya negatif karena suatu hal.

Strategi digital marketing yang baik, selalu dimulai dari pemahaman profil bisnis yang holistik dan komprehensif. Sehingga anda bahkan bisa mulai menjual bahkan sebelum produk anda tercipta sepenuhnya. 

4. Pahami target pasar anda

Manusia itu unik, tapi akan selalu ada persamaan dari mereka. Namun semua manusia tidak akan pernah 100% sama.

Ini yang membuat anda perlu memahami target pasar secara spesifik. Mengingat tidak mungkin ada manusia yang 100% sama, maka tidak mungkin produk anda bisa fit untuk semua orang. Menargetkan barang ke semua orang adalah bahasa lain dari ketidaktahuan target pasar yang fatal.

Poin ini masih berhubungan dengan poin 1 dan 2

Ketika anda sudah memahami bagaimana profil target pasar, maka anda bisa memilih mana channel digital yang tepat berikut produk dan pembawaan bahasa yang akan digunakan. Memasarkan produk yang tidak pada tempatnya tentu hanya akan membuang-buang uang dan waktu, dan tentunya juga akan mencederai brand anda sendiri.

Sama seperti contoh di poin 1, apakah anda akan ngotot menjual rumah ke orang yang sedang memusingkan biaya kuliah? Jelas tidak mungkin, bukan? Atau apakah anda akan menjual produk game ke orang yang tidak tertarik dengan dunia game sama sekali?

5. Terakhir, ketahui apa saja yang masuk dalam ranah “digital marketing”

Setelah anda menguasai keempat poin di atas, barulah anda bisa terjun ke digital marketing sebagai opsi untuk memasarkan produk anda.

Namun ada satu hal yang juga perlu dipelajari, yaitu apa saja yang masuk ranah digital marketing.

Pelajari bagaimana cara kerjanya secara lengkap, lalu lihat juga apa opsi-opsi channel yang bisa anda gunakan secara efektif, dan terkahir pelajari juga batasannya.

Saya pernah bertemu kasus dimana ada klien yang ingin mentrack orang yang mengunjungi toko fisiknya tanpa alat bantu apapun. Ketahuilah bahwa ini tidak bisa dilakukan, dan ini termasuk batasan dalam dunia digital marketing.

Channel digital marketing memiliki batas antar ekosistem. Contohnya, anda tidak bisa melakukan tracking di website atau akun social media yang tidak anda miliki.

Jangan sekali-sekali main terjun!

Saya setuju bahwa digital marketing adalah strategi marketing yang cukup efektif di zaman sekarang ini. Namun bukan berarti semua bisnis bisa asal terjun ke digital marketing begitu saja, karena dunia digital marketing itu luas. Kurangi resiko salah langkah dengan memahami konsepnya secara lengkap, barulah anda bisa masuk dengan lebih percaya diri.

Dwinandha Legawa
Digital Marketer focused on Digital Ads since 2019 and He has continuously spread awareness about how Digital Advertising should work for everyone's businesses, also loved to debunk misleading myths, which specialized in Facebook and Google Ads.